Jumat, 23 November 2012

Syukur -apapunbentuknya-

Aku  adalah seorang remaja SMA yang sama seperti kalian, seseorang yang yang mempunyai keluarga yang lengkap,  kedua orang tua yang baik, kakak-kakak yang sayang dengan adiknya, aku. Panggil aku Ina. Aku punya sahabat-sahabat yang mereka sangat loyal, care, yaaa meski terkadang ada pertengkaran menghiasi persahabatan kami. Tapi selain aku punya persamaan dengan kalian aku juga punya perbedaan dengan kalian, kusebut perbedaan ini sebagai kelebihanku. Karena tidak setiap orang dianugerahi hal ini oleh Allah. Aku tunawicara, jika aku ingin mengatakan sesuatu aku harus melakukan beberapa gerakan yang bisa dimengerti oleh keluargaku, sahabatku, atau orang lain agar mereka mengerti apa yang aku mau atau apa yang hendak aku ucapkan. Terimakasih Tuhan, hanya itu yang kini aku bisa ucapkan. Terimakasih atas kelebihan yang Kau anugerahkan kepadaku.
Tak mudah menjalani hidup dengan memiliki perbedaan dengan banyak orang. Orang lain bisa berbicara dan berkomunikasi dengan baik, sedangkan aku? Bisa kalian bayangkan sendiri kondisi aku yang tunawicara dikelilingi orang-orang normal. Aku hanya bisa mengucap aa-a-a atau u-uuh. Heuh! Sering sekali aku merasa tak berguna ada di dunia ini, ingin mengakhiri hidup ini saat itu juga. Tapi  melihat keluarga dan teman-temanku yang begitu care, aku pun mengurungkan niat itu acapkali muncul di benakku.
***

‘Woy kedip! Segitunya liatin si Ina’ Ahlan mengagetkan Galih. Galih hanya tersenyum melihat temannya yang satu itu kini tengah duduk di sampingnya. ‘Iya sih si Ina emang cakep, ramah, baik tapi...’.
‘Hush’ potong Galih dengan cepat ‘udah ah kok jadi ngomongin orang’.
‘eh sorry maksud gue bukan gitu’
‘yaudah sih, gue juga slow kali’
‘ya kali’ ahlan menyaut seadanya karena takut salah ngomong lagi.
***

‘Ina  ke kantin yuk’ Saly mengajak aku dan teman-temannya yang lain untuk makan siang di kantin. Aku hanya mengangguk menandakan setuju.
Siang kali ini kami semua ditraktir Nida dalam rangka ulang tahun, kataya. Tapi dia kurang suka kalau menamakan itu sebagai perayaan ulang tahun, dia bilang itu hanya bentuk rasa syukur atas masih diberikannya lagi kesempatan bertaubat, berbuat baik dan bermanfaaat bagi sesama. Aku setuju dengan Nida. Bahwa setiap hal di dunia ini memang tak ada yang abadi, semuanya akan bertemu dengan yang namanya “akhir”.

Tak lama Balqis dan Sarah datang menyusul. ‘Habis dari mana kalian?’ tanya Saly. ‘Wah parah tuh guru Sal, bel udah bunyi dari tadi tapi mulutnya nyerocos terus’ jawab Sarah setengah kesal. Sarah dan Balqis kebetulan beda kelas dengan kami, tapi itu tak jadi batas. Kami tetap bisa kumpul bareng dan berbagi cerita. Hanya aku yang sering diam, yaaaa karena kelebihan aku itu. Tapi tak sedikitpun aku merasa minder berada di tengah-tengah mereka. Karena mereka sangat mengerti bagaimana menghadapi aku dengan kelebihanku itu.

Di tengah perbincangan kami siang itu Selvi bilang sesuatu kepadaku, dia bilang ‘Na anak kelas kita diem-diem ada yang merhatiin kamu tahu’. Serentak teman-temanku yang lain menyuraki ‘ciyeeeeeeee Ina’. Aku pun memberikan isyarat ketidaktahuaku tentang hal itu dan bertanya siapa. ‘itu lho si Galih’. Mendadak kedua alis aku bertemu sebagai isyarat apa yang aku dengar itu salah. Seandainya aku bisa berbicara aku akan mengatakan ‘ah masa?’.

‘Iya, jadi kemarin aku, Badot sama Galih pulang bareng. Terus si badot mulai bongkar rahasia Galih kalau Galih itu ternyata suka sama kamu Na’ Selvi menjelaskan.
‘Emang si Badot bilang apa aja?’ Balqis menyambut pernyataan Selvi.
‘Badot bilangnya gini. -Eh vi si Galih diem-diem suka sama temen lu tuh, si Ina.- Oh ya? Bener Gal? -Wah parah lu Dot, nyebar gosip. Engga Vi, bohong dia mah, jangan percaya.- Ya kalo beneran juga gak apa-apa Gal toh si Ina juga cakep, iya gak Dot? -Iya Vi setuju gue sama lu. Yaudah sih Gal jujur aja, sama si Selvi ini-. Iya jujur aja Gal, rahasia lu aman kok sama gue mah. -Ya sebenernya sih iya gue suka sama Ina. Meski dia punya kekurangan tapi dia gak pernah terlihat sedih dengan kekurangannya itu, bahkan dia menurut gue terlalu baik, terlalu ramah, terlalu manis. Meski bibirnya tak sering mengucapkan kata-kata tapi gue bisa baca kepribadian dia dari bibirnya, senyumnya, sangat ramah. Entahlah hati dia terbuat dari apa, dia sungguh terlalu lembut. Mungkin ungkapan syukur dia atas segala apa yang telah diberikan Tuhan untuknya, termasuk kekurangannya itu. Ya mungkin dia tidak bisa berbicara tapi cukup dengan senyumnya ia sudah mengungkapkan banyak hal-. Gitu na ceritanya’
‘Hmmm Galih so sweet banget sih’ ucap Anggia menggodaku. Aku hanya tersipu malu saat itu. Jantung ini berdebar lebih cepat. Entah apa yang kurasakan.
***

Sepulang sekolah aku langsung pulang ke rumah. Kebetulan di rumah hanya ada mamah dan kakakku yang ketiga, dia baru pulang kuliah. Lalu aku memberi isyarat manja pada mamah, perutku sudah memanggil-manggil masakan yang tengah diolah mamah. ‘Baru pulang dek?’ tanya kakakku yang baru keluar dari kamar. Aku mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku bertanya dengan isyarat, yang pada intinya aku menanyakan kenapa mas Azam udah pulang. ‘Iya tadi dosennya gak bisa masuk, terus ganti jadwal deh. Yaudah mas pulang aja’. Lalu akupun mengangguk-ngangguk.
‘Ini masakannya udah mateng!’ mamah teriak dari dapur. Aku langsung pergi ke dapur setengah berlari lalu menyomot masakan mamah. Tak lama tanganku dipukul mamah. ‘Hih! Jorok cuci tangan dulu sana!’. Aku hanya menyungging senyum kecil. ‘Yaudah sekarang kalian mandi dulu sambil nunggu bapak pulang’. Aku dan kakak pun pergi meninggalkan meja makan.
***

‘Sekarang doa dipimpin mas Azam ya’ pinta bapak untuk memulai makan malam ini. Mas Azam pun berdoa dan kami, aku, mamah, bapak ikut menundukkan kepala dan berdoa. Selesai makan malam kami ngobrol-ngobrol di depan televisi. Bapak menanyaiku kegiatan hari ini di sekolah, sedang mas Azam asyik nonton bola.
Tak lama ada yang mengetuk pintu, ternyata kakakku yang kedua, mas Dawud. Dia baru pulang kerja. Mamah yang membukakan pintu. ‘Kok telat pulangnya mas?’ tanya mamah. ‘iya mah tadi ada deadline, jadi harus selesai malam ini’ jelas mas Dawud. ‘Yaudah sekrang kamu mandi terus makan ya’. ‘Iya mah’.
***

Hari ini aku belajar sesuatu dari teman-temanku. Tentang syukur. Pertama dari Nida, hidup ini adalah anugerah terbesar dari Tuhan. Masih diberikannya kesempatan hidup itu anugerah terbesar kedua. Kini bagaimana kita memanfaatkan kedua anugerah itu. Kita isi dengan hanya senang-senangkah, berfoya-foya atau bersedih-sedih, murung, merutuki nasib, bermalas-malasan atau mensyukuri apa yang telah ada? Dengan apapun itu caranya. Coba kamu pikir sekarang jika jantungmu sudah malas berdetak, apa yang akan kau lakukan? Mungkin menyesal. Ingat Allah tak membatasi cara bersyukur. Bisa dengan kau berbagi, membantu orang lain, bahkan tidak menyusahakan orang lain pun itu sudah bisa dianggap bentuk rasa syukur. Yang terpenting adalah esensi dari syukur itu. Hati kamu ikhlas menerima segala apa yang telah Allah berikan. Jika ada hal yang kau inginkan tapi Allah belum memberikan maka kau dipinta untuk berusaha lebih keras. Atau mungkin Allah telah menyediakan hal lain yang lebih baik dari apa yang kau pinta. Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya.”

“Lalu yang kedua dari Galih. Dia menyadarkanku akan sesuatu yang sebenarnya belum pernah kusadari. Aku adalah seseorang yang tunawicara. Tak banyak yang terucap dari bibir ini. Harus selalu diiringi isyarat agar orang-orang disekelilingku mengerti dan faham apa yang aku maksud. Memang berat untuk menjalani kelebihanku yang satu ini, tak kupungkiri akupun pernah stress menghadapi kelebihanku ini, tapi tak ada gunanya mengeluh. Mengeluh hanya akan membuatku diam di tempat dan tak beranjak naik. Akhirnya kujalani semua ini dengan senyuman. Kata Galih justru lewat senyum itulah aku berbicara. Setumpuk kesabaran, rasa syukur dan kebaikan terlukis jelas lewat senyuman. Aku hanya ingin berbagi dengan kalian bahwa memang hidup itu sulit akan tetapi akan lebih sulit jika kau mempersulitnya dengan berbagai keluhan, rutukan kepada nasib atas ketidaksesuaiannya kenyataan dengan keinginan. Sudahi semuanya! Sekarang jalani semua itu lalu rasakan setiap detik hidupmu. Jangan sampai kau menyesal di akhir nanti. Jangan lupa selipkan senyum manis di setiap langkahmu.”
Itu kutipan aku malam ini yang aku posting di blog pribadi aku. Aku bersyukur pada Allah atas segalanya, atas kesempatan ini. Aku sangat bersyukur memilki keluarga yang sempurna, sahabat yang setia  dan masih banyak kesempatan-kesempatan lain yang Kau berikan. ALHAMDULILLAH.

Rabu, 18 Juli 2012

Hari Gini Masih Curi Budaya? Huh Payah!

Haihoo blogger kece apa kabar? Udah lama nih gak posting tulisan terbaru (><), lagi miskin ide dicampur males, hehe.. #JanganDicontoh
Postingan kali ini gue dapet tugas untuk posting terkait kebudayaan di Indonesia. Awalnya gue bingung mau tulis apaan, sampe sekarang pun masih bingung mau nulis apa, jadi maaf ya kalau tulisannya agak random, muehehehe..

Setelah gue cari-cari referensi terkait kebudayaan di Indonesia, ternyata bener Indonesia itu kaya bahkan sangat kaya, kawan. Mulai dari pakaian adat, rumah adat, bahasa, prasasti, lagu-lagu, ornamen, tarian, cerita rakyat, permainan sampai senjata dan alat perang. Banyak banget kalau harus gue sebut satu persatu kebudayaan di negeri Indonesia ini. Nih gue kasih liat beberapa aja ya..
Rumah Adat Dalam Loka - Nusa Tenggara Barat
Baju Kampret - Jawa Barat

Tari Bidadari Teminang Anak - Bengkulu
Kain Sasirangan - Klaimantan Selatan

Gue kadang ngerasa kalau gue sebagai bagian dari negeri ini kurang memperhatikan masalah seperti ini. Gue terkesan acuh dan hanya sebatas tau tanpa gue ikut menjaga kekayaan di negeri Indonesia ini. Salah memang, dan harus segera di rubah. Kekayaan budaya Indonesia terlalu berharga hanya untuk dikenang lalu terabaikan.

Buktinya dengan kita bersikap seolah tak mempedulikan budaya Indonesia, ada beberapa negara yang akhirnya lebih memperhatikan budaya itu dan mengakui budaya tersebut adalah budaya dari leluhur mereka. Jadi sebenaranya siapa yang salah? Ya sudahlah tak usah mencari siapa yang salah dalam hal ini, termasuk hal apapun. Gue Cuma mau nyampein kalau sebelum kita melihat kesalahan orang lain sepatutnya kita lihat kesalahan diri kita sendiri. Oke, mereka juga salah karena mengakui kebudayaan negara kita, akan tetapi yang jauh lebih penting dari itu kita harus sadar bahwa kita selama ini kurang menjaga kebudayaan itu sendiri, dalam arti kata lain kita telah memberikan waktu kepada mereka untuk mengakui kebudayaan tersebut. Jadi jika tak ingin lagi budaya kita dicap sebagai budaya negeri lain, yuk kita bareng bareng jaga budaya itu. Dan untuk nengara-negara lain yang berniat mencuri dan men-cap budaya kami sebagai budaya kalian, please STOP! JANGAN CURI BUDAYA KAMI! Karena sikap kalian itu sama sekali gak keren, gak kreatif, gak gentel dan uh payah!

Oke, thanks buat kalian yang sempetin baca postigan gue kali ini. See you next time (^_^)

===================================
sumber photo: www.http://budaya-indonesia.org

Senin, 18 Juni 2012

Alhamdulillah Lagi Galau

Kenapa harus memandang sesuatu dari negatifnya dulu sih?
Kan banyak juga positifnya.
Kalau ngomongin gaya hidup diri sendiri aja, bilangnya “liat positifnya dulu dong”
Tapi kenapa saat melihat permasalahan yang lain harus negatifnya dulu?
***
Oke itu sekilas uneg-uneg gue doang.

Ada yang lagi galau?
Atau pernah galau?
Atau tiap hari galau?
Jangan khawatir.
Gak selamanya galau itu negatif kok. Segala sesuatu itu ada nilai positif dan negatifnya. Jangan takut juga. Kalian gak sendiri kok. Banyak di luar sana yang sama seperti kalian, galau.

Sebenernya galau itu apa sih? Kalau menurut gue galau itu berada diantara dua pilihan yang sama-sama kuat atau sama-sama baik. Misal lagi galau pilih kuliah di universitas ini atau universitas itu, lagi galau pilih dia atau dia, pilih kuliah atau kerja ataupun yang lainnya.

Selain itu galau juga bisa diartikan saat sesuatu yang dianggap baik bertentangan denngan  keyakinan hati.

Heu? maksudnya apa itu?
Jadi gini, misalnya keyakinan lu bahwa jodoh udah ada yang ngatur, eh terus ada yang ngajak serius. Tapi dia ngajak seriusnya jauh dari prediksi kita untuk nikah. Dan lu punya keyakinan juga bahwa pacaran itu gak boleh. Maka.... galaulah.
hmmp ngerti gak? yaa gitulah pokoknya.

Nah, kenapa gue ngambil judul kali ini "alhamdulillah lagi galau" ?
jawabnnya karena itu fitrah manusia.
meskipun lu menghindar sedemikian rupa dengan berbagai cara, tapi apa daya si galau pasti pernah dan akan hinggap di fase hidup lu. bersyukurlah! karena sebenernya si galau mengajarkan banyak hal. Sadar atau pun tidak, itu tidak dapat di pungkiri.
Jadi jangan takut galau. Ambilah hal positif yang lu dapet dari galau ataupun kejadian apapun yang menghiasi hidup lu. Dan gue juga gak bakal pungkiri bahwa ada sisi negatif dari galau. Maka untuk mengatasinya:

1.    Sabarlah!
Bukan berarti lu diam dan tetap dalam kegalauan yang tak berujung. Bersabar adalah berusaha keluar dari permasalahan yang bikin lu gak nyaman. Sibukkan diri dalam hal-hal positif, sehingga lu gak punya waktu hanya untuk memikirkan sesuatu yang bikin lu sakit. Lu terlalu sibuk dengan hal-hal yang bikin lu bahagia.

2.    Tersenyumlah!
Entahlah teori yang benernya seperti apa, tapi menurut gue senyum bisa mentransfer sinyal-sinyal positif ke dalam pikiran kita. Mungkin ada teori-teori ilmiah yang menerangkan hal itu, tapi jujur gua gak tau kayak apa teorinya itu. Hanya bisa berbagi, bahwa senyum akan membuat lu lebih kuat menghadapi segala sesuatu. Meski sebenarnya lu lagi berpura-pura tersenyum.
Gini deh logikanya kalau kita cemberut pasti orang lain akan nanya “lu kenapa?” dan lu kepikiran lagi, galau lagi. Tapi kalau lu tempel senyum manis dibibir lu orang lain tak akan tau permasalahan lu. Dan setidaknya lu mengurangi daya ingat lu mengenai permasalahan lu.

3.    Berpikir positif
Hooo sebenernya dua tips diatas adalah upaya kita untuk berpikir positif, jadi gak perlu diulang ya :D
#PadahalGakTauMauNulisApaLagi

4.    Berpikir Simple
Kalu tadi berpikir positif, sekarang kita berpikir simple aja deh. Hidup lu gak akan berhenti hanya gara-gara satu masalah itu, jadai jangan lama-lama ya sedihnya ya. Sedih boleh, tapi kalau lama-lama sedihnya emang gak cape? Kasian hati lu tuh pengen cepet ketawa. Hehehe..

    Hmpp itu kali tips dari gua buat kalian biar gak betah lama-lama sama si galau, tapi inget jangan takut juga yaa. Setiap segala seuatu dapat menjadi pembelajaran hidup termasuk GALAU.

Sabtu, 09 Juni 2012

Ini yang Terakhir

ini untuk yang kesekian kalinya -maaf-
tapi ku pastikan ini yang terakhir.

aku yakin, kau pun tau aku menangis malam tadi
saat senyum tawa mulai kita bangun -lagi-
tapi dengan seenaknya aku rusak hanya dengan beberapa detik saja

kau tanya alasanku?
sungguh aku tak punya alasan apapun
ini hanya egoku
hanya karena egoku

ingin sekali ku katakan, aku masih akan setia pada komitmen kita
tapi sudahlah.










terimakasih atas setiap jejak yang kau buat, cicak :)

Minggu, 03 Juni 2012

When I Miss You


rindu itu mengukungku, kemarin.
kata orang obat rindu itu bertemu.
tapi...

ku lawan rasa itu.
dengan segala egoku.
segala keterbatasan yang ku buat.
tapi tak mapu.

memberanikan diri.
itu yang kulakukan.


pertemuan itu ada.
saat surya mulai menghilang.
dan bulan mulai meninggi.

senang.
bahagia.
mulai menyesaki dada.

dengan hati yang sumringah
aku mempersiapkan pertemuan itu.
tapi...
kamu...

entah apa yang kau pikirkan
tapi kurasakan resahmu
setiap kali kau memperhatikan detik yang mulai beranjak membentuk menit
dan menit yang membentuk jam

"kamu kenapa?"
pertanyaan sederhana itu tak kunjung bersambut jawaban

apakah ku punya salah?
jika iya, bicaralah.
dimana letak salahku?
agar aku tau
dan tak berpikir sendiri atas apa yang ku tak tau.

selama beberapa menit kau diam
lalu kau putuskan untuk pergi tanpa kau beritau aku letak salahku.
ya sudahlah...
kau pun berlalu begitu saja dengan menyisakkan perih di hati ini.
terimakasih.

Selasa, 29 Mei 2012

Si Kembar: Sabar dan Syukur

Tanpa sadar kita tak akan terlepas dari si kembar yang satu ini. Kenapa? Karena hidup selalu punya dua sisi yang berlawanan tapi berpasangan. Contoh ada laki-laki ada perempuan, ada pendek ada juga tinggi, ada hitam ada hitam ada putih, ada langit ada bumi, yaa kayak ada kamu ada aku. #eh

Dan begitu pula dengan adanya si kembar ini. Mereka ada menjadi solusi dari musibah dan nikmat. Ketika tertimpa musibah, solusinya sabar dan ketika mendapat nikmat solusinya syukur.

Bener kan hidup itu tak akan lepas dari musibah dan nikmat, sedih dan senang dan yang lainnya? Wajar hidup ini perlu banyak warna kawan. B)

Setiap kita pasti selalu dan akan mencita-citakan kebahagiaan. Tapi untuk mencapai itu tak selalu kita melewati jalan yang mulus dan lurus terus. Adakalanya kita di hadapkan pada jalanan yang berbelok, penuh liku, naik-turun. Tapi itulah yang akan membuat kita mahir dalam mengemudi dan menaklukan jalanan.

Begitu juga dengan masalah, masalah akan mengubah seseorang yang tidak bisa menjaidi bisa, yang bisa jadi mahir.

Oke langsung kecontoh nyata aja ya?
Makanan apa sih yang paling enak? Ummmmmm mungkin ada yang berpendapat ayam bakar, pizza, see food, atau mungkin ada yang berpendapat  oncom, lalapan sama sambel. Ya bebaslah kalian berpendapat apa makanan yang paling enak. Tapi setuju gak kalo makanan yang enak itu adalah makanan yang bisa dimakan ketika cacing-cacing bernyanyi di perut kita.

Coba inget-inget pernah gak ngalamin kayak gitu? Dan enak gak makanannya?
rembulan tak kan indah tanpa ada si malam.
makanan enak juga tak akan terasa lezat jika tak ada si lapar.
air segar pun tak akan terasa nikmat tanpa adanya si dahaga.

begitulah hidup.
tak akan berwarna tanpa ada masalah.

Allah tak akan pernah menciptakan penyakit tanpa ada obatnya. Begitu pula dengan masalah, tak akan tercipta tanpa ada jalan keluar. Dan jalan keluar dari setiap masalah adalah sabar. Sabar tidak berarti pasrah menerima keadaan, tapi terus beruasaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan permasalahan kita, setelah itu kita tawakal pada Allah atas hasil dari usaha kita. Yaa kayak anak SD, SMP atau SMA mau naik kelas, setelah kita belajar kita di uji, maka jika yang usahanya keras dia akan memperoleh hasil yang “keras” juga. Dan akan terjadi hal yang sama jika sebaliknya.

‘Tapi ah aku pernah berbuat dengan semampu aku tapi hasinya tak sesuai dengan yang di harapkan.’ Nah kalau kejadiannya seperti itu coba liat apakah kita hanya berusaha tanpa diiringi doa?
‘Aku doa kok’. Maka berpikirlah positif, mungkin jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, kamu akan membusungkan dada di setiap langkahmu, atau kamu memang belum di berikan kepercayaan untuk  mendapatkan apa yang kamu inginkan.

“Aku seusai prasangka hambaku” berpikir positif lebih ringan lho di banding berpikir negatif. Jadi, hayu kita berpikir positif kepada siapapun apalagi kepada Allah sebagai Sang Pencipta.

Nah untuk kembaran si sabar yaitu si syukur dia ada atas undangan dari nikmat yang kita dapatkan. “Maka bersyukurlah kalian niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku”

Jika kamu ingin di perlakukan baik oleh orang lain, maka kamu harus lebih dulu berbuat baik pada orang lain. Segala apa yang kita dapat itu adalah efek dari apa yang kita perbuat. Jika kita ingin di bantu orang lain, maka bantulah orang lain. Jika kita ingin senantiasa mendapatkan senyuman dari orang lain, maka kita dulu harus tebarkan senyuman. Begitu pula dengan nikmat, jika nikmat kita ingin terus di tambah, maka caranya gampang, bersyukur. Syukuri setiap apa yang kita dapat. Jangan mengeluh dan terus mengeluh dengan sesuatu yang orang lain dapat dan kita tidak. Sadarkah banyak orang di luar sana yang mendambakan kehidupan seperti kita juga?

Mungkin ada diantara kalian yang menginginkan seperti avril lavigne, yang punya suara sexy, wajah cantik, body aduhai dan terkenal. Tapi taukah? Mungkin saja avril juga menginginkan kehidupan seperti kalian, yang masih bisa main ke mall sama temen-temen, masih bisa bersantai ria, tertawa gembira berasma keluarga, bahkan tidur nyenyak kala si kantuk datang menyerang.

Syukuri seperti apapun kehidupanmu, karena itulah yang terbaik untukmu saat ini. Syukuri setiap detik yang kau jalani, karena kau tak akan pernah tau sampai ke detik berapakah kau bisa bernafas.

Ekhem postingan kali ini sok tua ya?
yaudah gapapa udah terlanjur di tulis, semoga ada manfaatnya di tutup dengan doa “wabillahittaufik wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraakatuh”
^_^

Jumat, 18 Mei 2012

Dimulai dari Diri Sendiri dan Tulisan: Indonesia Go Blog

“kamu hari ini sibuk gak?” sms dari putra masuk ponselku.
“Gak kemana mana, emang kenapa?” jawabku.
“Ada acara talkshow di salah satu toko buku bareng anak-anak komunitas blog yang lain, mau ikut gak?” balas dia.
“Oohh jam berapa?”
“Setelah dzuhur kita berangkat”
“Oke”
***
Aku sama Putra berangkat bareng dan ketemu anak-anak yang lain di lokasi. Sepanjang jalan kita ngobrol kesana kemari, menceritakan kesibukan masing-masing.
“Eh talkshow apaan si nanti disana” tanyaku masih bingung.
“Jadi nanti bakal ada Alitt Susanto, dia nulis buku keduanya. Biar kamu ngerti siapa Alitt dan seperti apa dia coba baca nih bukunya” jelas dia sambil menyerahkan bukunya yang berjudul “Skripshit”.

Sepanjang jalan aku baca bukunya dan ketawa ketiwi sendiri, sumpah bukunya keren. Oiya, sebelumnya aku belum kenal sama temen-temen yang lain, karena aku termasuk anak baru di salah satu komunitas blog itu, sedangkan putra udah malang melintang di komunitas blog itu.  Dan sampailah kita di tempat yang di tuju, tapi sebelum kita sampai di toko buku yang ngadain acara talkshow itu, kita nunggu salah satu temen kita di salah satu pusat perbelanjaan. Dan tak lama kemudian yang di tunggu muncul, Reni.

“Hai” sapa reni.
“Hai juga, apa kabar? Kenalin nih shafa” balas putra.
“Shafa”, aku memperkenalkan diri.
“Reni”, Reni mengulurkan tangannya sambil tersenyum
Percakapan berlanjut sampai ke lokasi. Dan disana udah ada Jingga yang asyik twitteran lewat ponselnya dan Deko yang masih menutupi wajahnya dengan masker. Tapi kita gak langsung pergi ke lantai atas toko buku tersebut sebagai lokasi talkshow siang itu. Kita nunggu 4 orang lagi, kembaran si Reni, Ditra, Laila dan dalang dari acara kita hari itu yaitu Sany. Dan setelah nunggu hampir setengah jam, personil sudah lengkap dan kita pun langsung pergi ke TKP.
***

Senin, 14 Mei 2012

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata

Sungai waktu yang selama ini kuarungi tak mampu buatku tuk benarbenar melupakanmu. Entah sudah detik keberapa aku merenung, menyadari semua salah dan kesalahan. Namun hanya resah yang malah membuat pertanyaan baru. Aku sesak dalam terka. Namun jawab tetap tak ada.

Bayang diri yang kulihat di kaca semakin kabur saja, melihat aku yang semakin kacau dan tambah tak menarik saja. Aku yang kini tak lagi sayang pada diri, terlalu sibuk mengurus masalah hati.

Aku tak pernah lupa pada wajah itu. Yang selalu membuatku terpaku, seolah dunia membeku. Aku tak tahu kamu itu siapa, namun sepasang mata yang dianugerahkan padamu itu indah penuh pendar damai nan cerah. Kali ini untuk yang kesekian kalinya aku terjatuh. -lagi-. Rasanya kakiku patah, hanya mampu terseok, tertatih, tak normal lagi. Setidaknya untuk saat ini.

Aku selalu memikirkan mimpiku yang tak sampai. Aku diamdiam mengagumimu. Diamdiam suka. Padamu. Pada mata indahmu. Jua pada semua bias yang terpancar indah di segurat wajah milikmu itu. Entah. Mungkin kau tak tahu jikalau diamdiam kukagumi dari palung terdalamku. Aku tahu, bayangbayang lain pun ada di sekitarku. Tapi buram. Tak jelas dan tak seindah kamu. Kala kucuri pandangi wajahmu dan mata itu, ada getar aneh dalam diri. Aku memang ada di hadapmu, hanya saja kau tak pernah tahu. Pun aku tak mampu memaksamu agar merasa seperti aku padamu.

Aku tahu.
Adalah semua memang tak pada tempatnya.
Tapi biarkan rasa ini berenang sekali ini saja.
Menemui kamu.
Jangan salahkan aku.
Tapi salahkan sepasang matamu yang membuatku terpaku.
Tersedak dan beku sesaat.
Jangan menoleh !!


Parung, 22 September 2011
06:41:05

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata II

Terkadang, saat bening matamu itu memandang (walau bukan kepadaku, -tentu saja-) dunia kurasakan terbalik. Bukan turun ke bumi, melainkan bumi ada di atas kepala sedang langitlangit itu terasa ada di bawah telapak kakiku. Seolah terasa semua pendar keindahan itu milikku. Hanya untukku.
Namun kenyataan bahwa aku adalah usang membuat kutersedak. Tercekat tanpa ada lagi harap. Ingin rasanya kumenangis saja. Agar terbasuh segala sesak rindu di dada. Ingin rasanya aku pergi menjauh, agar terlupa aku dari segala tentangmu, tapi kemana kedua kakiku? Rasanya ingin kutepis semua damba, tapi dimana tangantanganku? Untuk kesekian kali aku merasa lumpuh, tak bergerak, bak beku mematung tak mampu mengelak. Tak ada suarasuara melebur, hanya terdengar degup jantungku saja yang kian tak teratur.

Dalam segala sakit yang kurasa, ingin hatiku suarakan padamu bahwa mata itu indah. Tapi tenggorokanku pedih, terasa tercekat. Tak mampu berkatakata.

Pun pada akhirnya, kuhanya mampu pandangimu dari jauh saja.

"Semoga pendar keindahan tetap memelukmu.
Perbolehkan aku untuk dapat mencuri pandangi indah matamu selalu..."



Bojongsari, 28 September 2011

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata III

Aku sesungguhnya. . .
Tak pernah mengerti sepenggal rasa yang ada itu apa. Dan sepasang bola mataku ini tak hentinya mencari.
Entah....

Aku rasa malam ini aku membeku lagi. Dingin yang memenuhi udara, mengalir ke luar rongga mulutku berwujud uap. Putih. Serupa asap. Pun aku kemudian mulai gigil seiring naiknya udara dingin itu. Aku mati rasa. Aku kaku. Beku. Hilang asaku.
Entah...

Apa yang aku cari, aku serba tak mengerti. Dan aku memang tidak mengerti. Tak bisa mengerti.

Aku...
Selalu merasa ada ruang kosong di jiwa. Ada senoktah biru haru perasaan yang bernamakan rindu.

Aku memang merindu.
Rindu dia.
Aku merindu bening mendamaikan itu.
Aku rindu si pemilik mata seindah permata.
Aku rindu. . . . .



Parung, 13 Oktober 2011

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata IV

Ia menyayat asa dan rasa
Menjadi suka atau duka
Menggebu-gebu dalam sukma
Tak terlintas apapun selain ia

Ia spesial bukan karena seorang putri maha raja
Berkelana dalam suka di balik dinding yang tebal

Kaku bisu batu
Ketika bertemu
Rindu cemburu resah
Ketika berpisah
Apakah ini namanya cinta
Ataukah cuma nafsu belaka
Ah....
Rasanya, jauh untuk bisa berkata
Aku cinta ia
Ia....

Ia spesial bukan karena orang yang berkuasa
Terpuruk, terpenjara, tersiksa dan merana

Bingung linglung
Tak tahu berjalan kemana
Sesambil mengingkari, ia ada disini
Tak peduli apa kata ia
Ternyata ia amat berharga

Entah kenapa selalu terpaut dengan ia !
Rona wajah yang selalu riang gembira
Bermain dengan aneka warna

Ia spesial bukan karena seorang yang cantik
Terbungkus dengan hati yang menarik

Ia tegar tak tergoyah
Bukan tak peduli
Ia manja bila bercanda

Akhir dari semua ini memang tak pasti
Awal pun datang entah dari penjuru yang mana

Yang kutahu....
Kini ia bersemayam di lubuk hati
Memberi warna-warni dalam cerita
Tak terbayang dalam angan
Kini ia ratu dalam hati

Kini dan nanti
Nanti dan kini




Parung, 15 November 2011

Sebait

: nona manja

Telah kutorehkan aksara.
Goresan mejikuhibiniu sempurna.
Bertuliskan :
"Aku cinta kamu..."







Bogor, 24 Januari 2012

Selamat Tinggal

cinta memudar, kemudian
membisik hilang :
terbang..




Depok, 25 Februari 2012

Andai Kau Tahu

Mengusir semesta lara dalam malam pekat. Membakar sisa rasa yang sekarat.

Damba yang kupuja hanya tinggal nama. Rindu yang kujaga hanya semu belaka.

Tak terlihat lagi manja sapa yang biasa.
Melukisi hari dengan warna.
Penuh suka cita.

Sementara.
Aku hanya tersudut di ujung luka.
Memeluk sunyi.
Menghitung sisa air mata.
Satu demi satu :
Menjumlah duka.

Andai kau tahu.





Depok, 24 Februari 2012

Pada Selasar Senja

- Kepada pemilik mata seindah permata

Melangkah di tepian pantai
Menyusuri jejak pasir putih
Disorot sinar mentari senja
Ditingkahi debur ombak yang mengalun merdu

Aku bersandar diantara sampan
Yang telah lama ditinggal nelayan

Aku melepasmu dari sini
Kapan kau kembali?
Menjengukku



Depok, 23 Februari 2012

Aku Belum Bisa Lupa, Perbincangan Akhir Diantara Kita

"Dan
Air mata
Menetes lagi
Seiring luka :
Perih..."

Hujan menjadi teman kala sepi. Terhirup aroma hening yang dingin. Melayang diantara hampa. Tersesat pada ada dan tiada. Sesak dalam gelap. Pengap dan tercekat.

Rasamu hilang.
Tak menyisa.
Lenyap.
Menguap.




Depok, 22 Februari 2011

Untuk Si Cungkring Bermata Bening

Jangan terlalu lama bertanya tentang diri.
Jika akhirnya malah terpuruk dan mati.

"Tiada yang sempurna di dunia, namun semua dapat diupayakan menjadi lebih baik."

Maka begini saja.
Bermimpilah seperti apa yang ingin kamu impikan.
Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan.
Berbahagialah sekarang jangan menunggu kebahagiaan datang.
Tebarkan manis senyummu kepada semesta yang mengelilingi kehidupanmu.
Bersikap ramah dan hangat kepada setiap yang dekat.
Tersenyum, tertawa, ceria dan berbahagia atas keadaan apapun yang dirasa.

"Rencana Tuhan adalah kebaikan atau jalan menuju kebaikan."

Maka jangan rendahkan diri.
Jadikan iri sebagai motivasi perbaikan diri.
Tak ada diri yang lebih baik, selain dirimu sendiri.

Berbahagialah atas anugerah kehidupan yang Tuhan berikan.
Bersabar dan bersyukur adalah kawan terbaik untuk menjalani kehidupan.

Sabar adalah mengupayakan perbaikan.
Sementara syukur adalah menerima apapun keputusan akhir yang Tuhan berikan.

"Jadilah salju dalam gurun. Berani beku dalam terik. Berani putih dalam gersang. Aku percaya engkau bisa. Karena engkau, berbeda...."


Dari seseorang yang engkau panggil Abang.

Parung, 8 Mei 2012.

ini dari dia buat aku, sebenernya lumayan banyak. nanti dah di posting lagi yang lainnya.
tunggu tanggal mainnya B)

Minggu, 29 April 2012

Mulai Lagi

Setelah beberapa bulan gak ngeblog, kok gua kangen ya? yaa kaya udah lama menanti jodoh tapi tak datang jua. #Ngenes

Hmmp, entah apa yang mau gua tulis kali ini. kalau dua postingan yang lalu terkait si dia yang dulu pedekate sama gua dan tentang sahabat-sahabat gua. Gua juga bingung mau nulis dalam bentuk apa postingan kali ini. ‘alaa kulli hal gua pengen berbagi sama kalian semua yang nyempetin mampir di blog gua.

Oke, gua mulai cerita tentang keinginan gua ngeksis di blog. Pertama, waktu sore kemarin tanggal 27 April 2012 gua gak ada kerjaan dan ngelamun sendiri di kostan (sebenernya sih sama temen gua si angie. Tapi, ya sudahlah anggap gak ada dia). Terus  gua kepikiran buat memanfaatkan netbuk gua yang lagi sama-sama nganggur, dari pada gua jomblo sendiri mending gua pedekate deh sama netbuk gua. Nah dari sana gua mikir, mau gua apain nih netbuk biar ada kerjaan. Ngerjain tugas kuliah? Gak ada (gak ada yang mendesak maksudnya, hehe.) terus malaikat lewat tuh, ngebisikan gua buat mulai nulis. Yaa gua juga awalnya bingung mau nulis apaan -___- tapi gapapalah gua coba. 

Kedua, entah sejak kapan gua jadi suka baca-baca, baca papan pengumuman, baca selembaran iklan di pinggir jalan, baca nama toko di setiap jalan yang gua lewatin, baca tulisan yang terpampang di baju orang depan gua, pokoknya baca apa aja yang bisa di baca dah. Nah, semenjak itu (meskipun gua gak tau itu kapan) gua mulai pengen tuh nulis. Apalagi banyak dari temen gua yang suka ngeblog dan mengiming- ngimingi tulisan dia ke gua. Yaudah gua kan jadi panas, pengen juga bisa nulis. #MentalGakLulusTK

Ketiga,(lagi mikir alasan apalagi ya –a) hmmp, alesan yang ini jadi alesan yang paling bener dah. Gua pengen hidup gua lebih hidup, dan mungkin dengan gua nulis gua lebih bisa mengeksplor diri gua tanpa ada yang protes ini itu. Yaa tapi tenaaang bukan berarti gua gak nerima kritik kok. Cuma saat gua nulis apa yang ada dipikiran gua, gua harap itu akan jadi prasasti hidup gua tanpa ada orang yang sebelumnya ngatur gua ini itu. Gua bebas mengeksplor diri gua semau gua. Dan jika memang nantinya ada yang harus diluruskan, itu akan jadi pembelajaran gua buat kedepannya.

So,buat kalian yang udah nyempetin mampir di blog gua tengkyu yaaa dan mohon bimbingannya, karena gua disini sebagai pemula nih, okay kakaks-kakaks :D

Oiya, hampir aja gua lupa. Gua mau ngucapin banyak terimakasih buat yang udah bantu ngerapihin blog gua, tengkyu yee :D semoga amal ibadahnya di terima dan diampuni segala hilapnya. Aamiin.

Salam hangat dari si wapa (^_^)