Selasa, 29 Mei 2012

Si Kembar: Sabar dan Syukur

Tanpa sadar kita tak akan terlepas dari si kembar yang satu ini. Kenapa? Karena hidup selalu punya dua sisi yang berlawanan tapi berpasangan. Contoh ada laki-laki ada perempuan, ada pendek ada juga tinggi, ada hitam ada hitam ada putih, ada langit ada bumi, yaa kayak ada kamu ada aku. #eh

Dan begitu pula dengan adanya si kembar ini. Mereka ada menjadi solusi dari musibah dan nikmat. Ketika tertimpa musibah, solusinya sabar dan ketika mendapat nikmat solusinya syukur.

Bener kan hidup itu tak akan lepas dari musibah dan nikmat, sedih dan senang dan yang lainnya? Wajar hidup ini perlu banyak warna kawan. B)

Setiap kita pasti selalu dan akan mencita-citakan kebahagiaan. Tapi untuk mencapai itu tak selalu kita melewati jalan yang mulus dan lurus terus. Adakalanya kita di hadapkan pada jalanan yang berbelok, penuh liku, naik-turun. Tapi itulah yang akan membuat kita mahir dalam mengemudi dan menaklukan jalanan.

Begitu juga dengan masalah, masalah akan mengubah seseorang yang tidak bisa menjaidi bisa, yang bisa jadi mahir.

Oke langsung kecontoh nyata aja ya?
Makanan apa sih yang paling enak? Ummmmmm mungkin ada yang berpendapat ayam bakar, pizza, see food, atau mungkin ada yang berpendapat  oncom, lalapan sama sambel. Ya bebaslah kalian berpendapat apa makanan yang paling enak. Tapi setuju gak kalo makanan yang enak itu adalah makanan yang bisa dimakan ketika cacing-cacing bernyanyi di perut kita.

Coba inget-inget pernah gak ngalamin kayak gitu? Dan enak gak makanannya?
rembulan tak kan indah tanpa ada si malam.
makanan enak juga tak akan terasa lezat jika tak ada si lapar.
air segar pun tak akan terasa nikmat tanpa adanya si dahaga.

begitulah hidup.
tak akan berwarna tanpa ada masalah.

Allah tak akan pernah menciptakan penyakit tanpa ada obatnya. Begitu pula dengan masalah, tak akan tercipta tanpa ada jalan keluar. Dan jalan keluar dari setiap masalah adalah sabar. Sabar tidak berarti pasrah menerima keadaan, tapi terus beruasaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan permasalahan kita, setelah itu kita tawakal pada Allah atas hasil dari usaha kita. Yaa kayak anak SD, SMP atau SMA mau naik kelas, setelah kita belajar kita di uji, maka jika yang usahanya keras dia akan memperoleh hasil yang “keras” juga. Dan akan terjadi hal yang sama jika sebaliknya.

‘Tapi ah aku pernah berbuat dengan semampu aku tapi hasinya tak sesuai dengan yang di harapkan.’ Nah kalau kejadiannya seperti itu coba liat apakah kita hanya berusaha tanpa diiringi doa?
‘Aku doa kok’. Maka berpikirlah positif, mungkin jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, kamu akan membusungkan dada di setiap langkahmu, atau kamu memang belum di berikan kepercayaan untuk  mendapatkan apa yang kamu inginkan.

“Aku seusai prasangka hambaku” berpikir positif lebih ringan lho di banding berpikir negatif. Jadi, hayu kita berpikir positif kepada siapapun apalagi kepada Allah sebagai Sang Pencipta.

Nah untuk kembaran si sabar yaitu si syukur dia ada atas undangan dari nikmat yang kita dapatkan. “Maka bersyukurlah kalian niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku”

Jika kamu ingin di perlakukan baik oleh orang lain, maka kamu harus lebih dulu berbuat baik pada orang lain. Segala apa yang kita dapat itu adalah efek dari apa yang kita perbuat. Jika kita ingin di bantu orang lain, maka bantulah orang lain. Jika kita ingin senantiasa mendapatkan senyuman dari orang lain, maka kita dulu harus tebarkan senyuman. Begitu pula dengan nikmat, jika nikmat kita ingin terus di tambah, maka caranya gampang, bersyukur. Syukuri setiap apa yang kita dapat. Jangan mengeluh dan terus mengeluh dengan sesuatu yang orang lain dapat dan kita tidak. Sadarkah banyak orang di luar sana yang mendambakan kehidupan seperti kita juga?

Mungkin ada diantara kalian yang menginginkan seperti avril lavigne, yang punya suara sexy, wajah cantik, body aduhai dan terkenal. Tapi taukah? Mungkin saja avril juga menginginkan kehidupan seperti kalian, yang masih bisa main ke mall sama temen-temen, masih bisa bersantai ria, tertawa gembira berasma keluarga, bahkan tidur nyenyak kala si kantuk datang menyerang.

Syukuri seperti apapun kehidupanmu, karena itulah yang terbaik untukmu saat ini. Syukuri setiap detik yang kau jalani, karena kau tak akan pernah tau sampai ke detik berapakah kau bisa bernafas.

Ekhem postingan kali ini sok tua ya?
yaudah gapapa udah terlanjur di tulis, semoga ada manfaatnya di tutup dengan doa “wabillahittaufik wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraakatuh”
^_^

Jumat, 18 Mei 2012

Dimulai dari Diri Sendiri dan Tulisan: Indonesia Go Blog

“kamu hari ini sibuk gak?” sms dari putra masuk ponselku.
“Gak kemana mana, emang kenapa?” jawabku.
“Ada acara talkshow di salah satu toko buku bareng anak-anak komunitas blog yang lain, mau ikut gak?” balas dia.
“Oohh jam berapa?”
“Setelah dzuhur kita berangkat”
“Oke”
***
Aku sama Putra berangkat bareng dan ketemu anak-anak yang lain di lokasi. Sepanjang jalan kita ngobrol kesana kemari, menceritakan kesibukan masing-masing.
“Eh talkshow apaan si nanti disana” tanyaku masih bingung.
“Jadi nanti bakal ada Alitt Susanto, dia nulis buku keduanya. Biar kamu ngerti siapa Alitt dan seperti apa dia coba baca nih bukunya” jelas dia sambil menyerahkan bukunya yang berjudul “Skripshit”.

Sepanjang jalan aku baca bukunya dan ketawa ketiwi sendiri, sumpah bukunya keren. Oiya, sebelumnya aku belum kenal sama temen-temen yang lain, karena aku termasuk anak baru di salah satu komunitas blog itu, sedangkan putra udah malang melintang di komunitas blog itu.  Dan sampailah kita di tempat yang di tuju, tapi sebelum kita sampai di toko buku yang ngadain acara talkshow itu, kita nunggu salah satu temen kita di salah satu pusat perbelanjaan. Dan tak lama kemudian yang di tunggu muncul, Reni.

“Hai” sapa reni.
“Hai juga, apa kabar? Kenalin nih shafa” balas putra.
“Shafa”, aku memperkenalkan diri.
“Reni”, Reni mengulurkan tangannya sambil tersenyum
Percakapan berlanjut sampai ke lokasi. Dan disana udah ada Jingga yang asyik twitteran lewat ponselnya dan Deko yang masih menutupi wajahnya dengan masker. Tapi kita gak langsung pergi ke lantai atas toko buku tersebut sebagai lokasi talkshow siang itu. Kita nunggu 4 orang lagi, kembaran si Reni, Ditra, Laila dan dalang dari acara kita hari itu yaitu Sany. Dan setelah nunggu hampir setengah jam, personil sudah lengkap dan kita pun langsung pergi ke TKP.
***

Senin, 14 Mei 2012

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata

Sungai waktu yang selama ini kuarungi tak mampu buatku tuk benarbenar melupakanmu. Entah sudah detik keberapa aku merenung, menyadari semua salah dan kesalahan. Namun hanya resah yang malah membuat pertanyaan baru. Aku sesak dalam terka. Namun jawab tetap tak ada.

Bayang diri yang kulihat di kaca semakin kabur saja, melihat aku yang semakin kacau dan tambah tak menarik saja. Aku yang kini tak lagi sayang pada diri, terlalu sibuk mengurus masalah hati.

Aku tak pernah lupa pada wajah itu. Yang selalu membuatku terpaku, seolah dunia membeku. Aku tak tahu kamu itu siapa, namun sepasang mata yang dianugerahkan padamu itu indah penuh pendar damai nan cerah. Kali ini untuk yang kesekian kalinya aku terjatuh. -lagi-. Rasanya kakiku patah, hanya mampu terseok, tertatih, tak normal lagi. Setidaknya untuk saat ini.

Aku selalu memikirkan mimpiku yang tak sampai. Aku diamdiam mengagumimu. Diamdiam suka. Padamu. Pada mata indahmu. Jua pada semua bias yang terpancar indah di segurat wajah milikmu itu. Entah. Mungkin kau tak tahu jikalau diamdiam kukagumi dari palung terdalamku. Aku tahu, bayangbayang lain pun ada di sekitarku. Tapi buram. Tak jelas dan tak seindah kamu. Kala kucuri pandangi wajahmu dan mata itu, ada getar aneh dalam diri. Aku memang ada di hadapmu, hanya saja kau tak pernah tahu. Pun aku tak mampu memaksamu agar merasa seperti aku padamu.

Aku tahu.
Adalah semua memang tak pada tempatnya.
Tapi biarkan rasa ini berenang sekali ini saja.
Menemui kamu.
Jangan salahkan aku.
Tapi salahkan sepasang matamu yang membuatku terpaku.
Tersedak dan beku sesaat.
Jangan menoleh !!


Parung, 22 September 2011
06:41:05

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata II

Terkadang, saat bening matamu itu memandang (walau bukan kepadaku, -tentu saja-) dunia kurasakan terbalik. Bukan turun ke bumi, melainkan bumi ada di atas kepala sedang langitlangit itu terasa ada di bawah telapak kakiku. Seolah terasa semua pendar keindahan itu milikku. Hanya untukku.
Namun kenyataan bahwa aku adalah usang membuat kutersedak. Tercekat tanpa ada lagi harap. Ingin rasanya kumenangis saja. Agar terbasuh segala sesak rindu di dada. Ingin rasanya aku pergi menjauh, agar terlupa aku dari segala tentangmu, tapi kemana kedua kakiku? Rasanya ingin kutepis semua damba, tapi dimana tangantanganku? Untuk kesekian kali aku merasa lumpuh, tak bergerak, bak beku mematung tak mampu mengelak. Tak ada suarasuara melebur, hanya terdengar degup jantungku saja yang kian tak teratur.

Dalam segala sakit yang kurasa, ingin hatiku suarakan padamu bahwa mata itu indah. Tapi tenggorokanku pedih, terasa tercekat. Tak mampu berkatakata.

Pun pada akhirnya, kuhanya mampu pandangimu dari jauh saja.

"Semoga pendar keindahan tetap memelukmu.
Perbolehkan aku untuk dapat mencuri pandangi indah matamu selalu..."



Bojongsari, 28 September 2011

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata III

Aku sesungguhnya. . .
Tak pernah mengerti sepenggal rasa yang ada itu apa. Dan sepasang bola mataku ini tak hentinya mencari.
Entah....

Aku rasa malam ini aku membeku lagi. Dingin yang memenuhi udara, mengalir ke luar rongga mulutku berwujud uap. Putih. Serupa asap. Pun aku kemudian mulai gigil seiring naiknya udara dingin itu. Aku mati rasa. Aku kaku. Beku. Hilang asaku.
Entah...

Apa yang aku cari, aku serba tak mengerti. Dan aku memang tidak mengerti. Tak bisa mengerti.

Aku...
Selalu merasa ada ruang kosong di jiwa. Ada senoktah biru haru perasaan yang bernamakan rindu.

Aku memang merindu.
Rindu dia.
Aku merindu bening mendamaikan itu.
Aku rindu si pemilik mata seindah permata.
Aku rindu. . . . .



Parung, 13 Oktober 2011

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata IV

Ia menyayat asa dan rasa
Menjadi suka atau duka
Menggebu-gebu dalam sukma
Tak terlintas apapun selain ia

Ia spesial bukan karena seorang putri maha raja
Berkelana dalam suka di balik dinding yang tebal

Kaku bisu batu
Ketika bertemu
Rindu cemburu resah
Ketika berpisah
Apakah ini namanya cinta
Ataukah cuma nafsu belaka
Ah....
Rasanya, jauh untuk bisa berkata
Aku cinta ia
Ia....

Ia spesial bukan karena orang yang berkuasa
Terpuruk, terpenjara, tersiksa dan merana

Bingung linglung
Tak tahu berjalan kemana
Sesambil mengingkari, ia ada disini
Tak peduli apa kata ia
Ternyata ia amat berharga

Entah kenapa selalu terpaut dengan ia !
Rona wajah yang selalu riang gembira
Bermain dengan aneka warna

Ia spesial bukan karena seorang yang cantik
Terbungkus dengan hati yang menarik

Ia tegar tak tergoyah
Bukan tak peduli
Ia manja bila bercanda

Akhir dari semua ini memang tak pasti
Awal pun datang entah dari penjuru yang mana

Yang kutahu....
Kini ia bersemayam di lubuk hati
Memberi warna-warni dalam cerita
Tak terbayang dalam angan
Kini ia ratu dalam hati

Kini dan nanti
Nanti dan kini




Parung, 15 November 2011

Sebait

: nona manja

Telah kutorehkan aksara.
Goresan mejikuhibiniu sempurna.
Bertuliskan :
"Aku cinta kamu..."







Bogor, 24 Januari 2012

Selamat Tinggal

cinta memudar, kemudian
membisik hilang :
terbang..




Depok, 25 Februari 2012

Andai Kau Tahu

Mengusir semesta lara dalam malam pekat. Membakar sisa rasa yang sekarat.

Damba yang kupuja hanya tinggal nama. Rindu yang kujaga hanya semu belaka.

Tak terlihat lagi manja sapa yang biasa.
Melukisi hari dengan warna.
Penuh suka cita.

Sementara.
Aku hanya tersudut di ujung luka.
Memeluk sunyi.
Menghitung sisa air mata.
Satu demi satu :
Menjumlah duka.

Andai kau tahu.





Depok, 24 Februari 2012

Pada Selasar Senja

- Kepada pemilik mata seindah permata

Melangkah di tepian pantai
Menyusuri jejak pasir putih
Disorot sinar mentari senja
Ditingkahi debur ombak yang mengalun merdu

Aku bersandar diantara sampan
Yang telah lama ditinggal nelayan

Aku melepasmu dari sini
Kapan kau kembali?
Menjengukku



Depok, 23 Februari 2012

Aku Belum Bisa Lupa, Perbincangan Akhir Diantara Kita

"Dan
Air mata
Menetes lagi
Seiring luka :
Perih..."

Hujan menjadi teman kala sepi. Terhirup aroma hening yang dingin. Melayang diantara hampa. Tersesat pada ada dan tiada. Sesak dalam gelap. Pengap dan tercekat.

Rasamu hilang.
Tak menyisa.
Lenyap.
Menguap.




Depok, 22 Februari 2011

Untuk Si Cungkring Bermata Bening

Jangan terlalu lama bertanya tentang diri.
Jika akhirnya malah terpuruk dan mati.

"Tiada yang sempurna di dunia, namun semua dapat diupayakan menjadi lebih baik."

Maka begini saja.
Bermimpilah seperti apa yang ingin kamu impikan.
Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan.
Berbahagialah sekarang jangan menunggu kebahagiaan datang.
Tebarkan manis senyummu kepada semesta yang mengelilingi kehidupanmu.
Bersikap ramah dan hangat kepada setiap yang dekat.
Tersenyum, tertawa, ceria dan berbahagia atas keadaan apapun yang dirasa.

"Rencana Tuhan adalah kebaikan atau jalan menuju kebaikan."

Maka jangan rendahkan diri.
Jadikan iri sebagai motivasi perbaikan diri.
Tak ada diri yang lebih baik, selain dirimu sendiri.

Berbahagialah atas anugerah kehidupan yang Tuhan berikan.
Bersabar dan bersyukur adalah kawan terbaik untuk menjalani kehidupan.

Sabar adalah mengupayakan perbaikan.
Sementara syukur adalah menerima apapun keputusan akhir yang Tuhan berikan.

"Jadilah salju dalam gurun. Berani beku dalam terik. Berani putih dalam gersang. Aku percaya engkau bisa. Karena engkau, berbeda...."


Dari seseorang yang engkau panggil Abang.

Parung, 8 Mei 2012.

ini dari dia buat aku, sebenernya lumayan banyak. nanti dah di posting lagi yang lainnya.
tunggu tanggal mainnya B)