Senin, 14 Mei 2012

Kepada : Pemilik Mata Seindah Permata IV

Ia menyayat asa dan rasa
Menjadi suka atau duka
Menggebu-gebu dalam sukma
Tak terlintas apapun selain ia

Ia spesial bukan karena seorang putri maha raja
Berkelana dalam suka di balik dinding yang tebal

Kaku bisu batu
Ketika bertemu
Rindu cemburu resah
Ketika berpisah
Apakah ini namanya cinta
Ataukah cuma nafsu belaka
Ah....
Rasanya, jauh untuk bisa berkata
Aku cinta ia
Ia....

Ia spesial bukan karena orang yang berkuasa
Terpuruk, terpenjara, tersiksa dan merana

Bingung linglung
Tak tahu berjalan kemana
Sesambil mengingkari, ia ada disini
Tak peduli apa kata ia
Ternyata ia amat berharga

Entah kenapa selalu terpaut dengan ia !
Rona wajah yang selalu riang gembira
Bermain dengan aneka warna

Ia spesial bukan karena seorang yang cantik
Terbungkus dengan hati yang menarik

Ia tegar tak tergoyah
Bukan tak peduli
Ia manja bila bercanda

Akhir dari semua ini memang tak pasti
Awal pun datang entah dari penjuru yang mana

Yang kutahu....
Kini ia bersemayam di lubuk hati
Memberi warna-warni dalam cerita
Tak terbayang dalam angan
Kini ia ratu dalam hati

Kini dan nanti
Nanti dan kini




Parung, 15 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar