Senin, 18 Juni 2012

Alhamdulillah Lagi Galau

Kenapa harus memandang sesuatu dari negatifnya dulu sih?
Kan banyak juga positifnya.
Kalau ngomongin gaya hidup diri sendiri aja, bilangnya “liat positifnya dulu dong”
Tapi kenapa saat melihat permasalahan yang lain harus negatifnya dulu?
***
Oke itu sekilas uneg-uneg gue doang.

Ada yang lagi galau?
Atau pernah galau?
Atau tiap hari galau?
Jangan khawatir.
Gak selamanya galau itu negatif kok. Segala sesuatu itu ada nilai positif dan negatifnya. Jangan takut juga. Kalian gak sendiri kok. Banyak di luar sana yang sama seperti kalian, galau.

Sebenernya galau itu apa sih? Kalau menurut gue galau itu berada diantara dua pilihan yang sama-sama kuat atau sama-sama baik. Misal lagi galau pilih kuliah di universitas ini atau universitas itu, lagi galau pilih dia atau dia, pilih kuliah atau kerja ataupun yang lainnya.

Selain itu galau juga bisa diartikan saat sesuatu yang dianggap baik bertentangan denngan  keyakinan hati.

Heu? maksudnya apa itu?
Jadi gini, misalnya keyakinan lu bahwa jodoh udah ada yang ngatur, eh terus ada yang ngajak serius. Tapi dia ngajak seriusnya jauh dari prediksi kita untuk nikah. Dan lu punya keyakinan juga bahwa pacaran itu gak boleh. Maka.... galaulah.
hmmp ngerti gak? yaa gitulah pokoknya.

Nah, kenapa gue ngambil judul kali ini "alhamdulillah lagi galau" ?
jawabnnya karena itu fitrah manusia.
meskipun lu menghindar sedemikian rupa dengan berbagai cara, tapi apa daya si galau pasti pernah dan akan hinggap di fase hidup lu. bersyukurlah! karena sebenernya si galau mengajarkan banyak hal. Sadar atau pun tidak, itu tidak dapat di pungkiri.
Jadi jangan takut galau. Ambilah hal positif yang lu dapet dari galau ataupun kejadian apapun yang menghiasi hidup lu. Dan gue juga gak bakal pungkiri bahwa ada sisi negatif dari galau. Maka untuk mengatasinya:

1.    Sabarlah!
Bukan berarti lu diam dan tetap dalam kegalauan yang tak berujung. Bersabar adalah berusaha keluar dari permasalahan yang bikin lu gak nyaman. Sibukkan diri dalam hal-hal positif, sehingga lu gak punya waktu hanya untuk memikirkan sesuatu yang bikin lu sakit. Lu terlalu sibuk dengan hal-hal yang bikin lu bahagia.

2.    Tersenyumlah!
Entahlah teori yang benernya seperti apa, tapi menurut gue senyum bisa mentransfer sinyal-sinyal positif ke dalam pikiran kita. Mungkin ada teori-teori ilmiah yang menerangkan hal itu, tapi jujur gua gak tau kayak apa teorinya itu. Hanya bisa berbagi, bahwa senyum akan membuat lu lebih kuat menghadapi segala sesuatu. Meski sebenarnya lu lagi berpura-pura tersenyum.
Gini deh logikanya kalau kita cemberut pasti orang lain akan nanya “lu kenapa?” dan lu kepikiran lagi, galau lagi. Tapi kalau lu tempel senyum manis dibibir lu orang lain tak akan tau permasalahan lu. Dan setidaknya lu mengurangi daya ingat lu mengenai permasalahan lu.

3.    Berpikir positif
Hooo sebenernya dua tips diatas adalah upaya kita untuk berpikir positif, jadi gak perlu diulang ya :D
#PadahalGakTauMauNulisApaLagi

4.    Berpikir Simple
Kalu tadi berpikir positif, sekarang kita berpikir simple aja deh. Hidup lu gak akan berhenti hanya gara-gara satu masalah itu, jadai jangan lama-lama ya sedihnya ya. Sedih boleh, tapi kalau lama-lama sedihnya emang gak cape? Kasian hati lu tuh pengen cepet ketawa. Hehehe..

    Hmpp itu kali tips dari gua buat kalian biar gak betah lama-lama sama si galau, tapi inget jangan takut juga yaa. Setiap segala seuatu dapat menjadi pembelajaran hidup termasuk GALAU.

Sabtu, 09 Juni 2012

Ini yang Terakhir

ini untuk yang kesekian kalinya -maaf-
tapi ku pastikan ini yang terakhir.

aku yakin, kau pun tau aku menangis malam tadi
saat senyum tawa mulai kita bangun -lagi-
tapi dengan seenaknya aku rusak hanya dengan beberapa detik saja

kau tanya alasanku?
sungguh aku tak punya alasan apapun
ini hanya egoku
hanya karena egoku

ingin sekali ku katakan, aku masih akan setia pada komitmen kita
tapi sudahlah.










terimakasih atas setiap jejak yang kau buat, cicak :)

Minggu, 03 Juni 2012

When I Miss You


rindu itu mengukungku, kemarin.
kata orang obat rindu itu bertemu.
tapi...

ku lawan rasa itu.
dengan segala egoku.
segala keterbatasan yang ku buat.
tapi tak mapu.

memberanikan diri.
itu yang kulakukan.


pertemuan itu ada.
saat surya mulai menghilang.
dan bulan mulai meninggi.

senang.
bahagia.
mulai menyesaki dada.

dengan hati yang sumringah
aku mempersiapkan pertemuan itu.
tapi...
kamu...

entah apa yang kau pikirkan
tapi kurasakan resahmu
setiap kali kau memperhatikan detik yang mulai beranjak membentuk menit
dan menit yang membentuk jam

"kamu kenapa?"
pertanyaan sederhana itu tak kunjung bersambut jawaban

apakah ku punya salah?
jika iya, bicaralah.
dimana letak salahku?
agar aku tau
dan tak berpikir sendiri atas apa yang ku tak tau.

selama beberapa menit kau diam
lalu kau putuskan untuk pergi tanpa kau beritau aku letak salahku.
ya sudahlah...
kau pun berlalu begitu saja dengan menyisakkan perih di hati ini.
terimakasih.