Jumat, 25 Januari 2013

A hingga Z


Alhamdulillahirabbil’alamiin. Titip peluk untuk Ibu yang begitu kuat. Aku selalu teringat pesannya mengenai si kembar sabar dan syukur. Sungguh Ibumu adalah aktor kawakan dalam hal itu. Terimaksih bu, untuk segala nilai yang kau ajarkan. Bukan dengan lisan atau tulisan, tetapi dengan perlakuan. Sungguh tak ada cara pengajaran yang lebih baik selain dengan mempraktikan apa yang telah dipelajari. Mas, sampaikan pada ibumu, sungguh dia adalah sosok ibu inspirasi kedua dalam hidupku. Ya, setelah ibuku-tentunya.

Jangan menyindirku seperti itu. Aku bukan seorang yang ahli dalam urusan dapur, Mas :(
Ah iya, tentu saja. Untuk menjaga orang lain kau harus menjaga dirimu sendiri. Memberikan waktu pada tubuh untuk berlabuh. Pada malam gelap yang membuat tidurmu lelap. Jika Tuhan mengizinkan, suatu hari nanti aku siap menggantikan bantal guling yang biasanya menemani malam sepimu. Membuatmu nyaman melabuhkan segala resah. Menjadikan udara malam menjadi lebih syahdu sebagai waktu paling tepat untuk memulangkan rindu. Pada aku, si pemilik rindumu.

Mas, apakah kau tau? Aku layaknya anak kecil yang baru menemukan kosa kata cinta. Berusaha mengungkapkannya dengan segala kata yang kupunya. Sehingga tercipta bahasaku yang rumit dan berbelit. Padahal, aku hendak mengungkapan cintai itu dalam bentuk yang paling sederhana. Hanya  dalam satu bentuk. Ya dalam satu bentuk saja. Kamu.

Mas, aku mau tanya sesuatu. Dari sekian banyak huruf dari A hingga Z, kenapa tersusun kata C-I-N-T-A untuk mewakili rasa rindu, benci, senang, sedih, kesal, cemas, takut, khawatir dan tentunya rasa yang lain ikut kedalam satu kata tersebut? Kenapa lima huruf itu yang tersusun, Mas? Ah, pertanyaan bodoh memang. Tapi terimakasih jika bersedia untuk menjawabnya :)



Salam rindu dari aku yang ingin tau jawabanmu, hehe
Je te’aime.

3 komentar: